Menanti

Aku terdiam seakan ada yang membebaniku

berdiri aku sendiri menantang matahari 

tiada yang perlu aku risaukan

sendiriku disini takan bisa memecah pendirianku

walau angin  ribut mecoba mengeser langkah kaki ini

tapi tetap setia berdiri disini untuk menanti sang fajar tiba 

Di kala banyak suara yang menganggu dan menyuruhku terlelap

aku hanya menepis dan tetap berdiri

sampai kapan aku berdiri dengan diam seribu kata

dan melihat canda tawa seakan dunia tak mau melihatku

aku risau bingung sejuta ragu di benakku

sebenarnya apa yang aku lakukan 

apakah yang yang aku lakukan ini benar?

Jawab aku jika aku salah tetapi jangan berpaling dariku jika aku benar

Jakarta 6/9/2012 Maria Novitasari 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s